Surau TV

Banner

Fogging Mengurangi Jentik Nyamuk Potensi Pembawa Demam Berdarah

Image
Tuesday, 15 December 2015 | 01:20:49 WIB


PEKANBARU - Fogging merupakan antisipasi minimal dalam memerangi wabah Demam Berdarah. Kegiatan fogging harus dilakukan secara merata dan terjadwal di setiap Kelurahan yang dilakukan oleh Diskes. "Kita tidak lihat itu, kalau kinerja Diskes berjalan secara maksimal dan tanggap terhadap bahaya penyakit DBD maka tentu penderita penyakit DBD di kota Pekanbaru semakin berkurang tiap bulannya.

Masyarakat atau organisasi sangat susah meminjam alat fogging dan urusanyapun berbelit-belit. "Bagaimana masyarakat mau membantu dan bekerjasama kalau urusan peminjaman serta urusan lainnya dipersulit, namun kepada masyarakat saya tetap berharap agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dan aktifkanlah kegiatan gotong royong di tengah masyarakat.

Kalau ada keluarga yang menderita penyakit DBD cepat bawa ke rumah sakit dan jangan dibiarkan.

Sementara itu, Kadispes Kota Pekanbaru, Helda S Munir saat dikonfirmasi mengatakan, Pihak Diskes untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah pihaknya telah melakukan fogging dan sosialisasi kepada masyarakat.

Namun saat ditanya berapa jumlah korban meninggal akibat DBD saat ini dan aturan fogging seperti apa, Kadiskes tidak mengetahui berapa jumlah dan aturannya seperti apa, bahkan Kadiskes menyuruh wartawan untuk berkoordinasi dengan kabid yang membidangi masalah Demam Berdarah.

(nusapos.com/Andra)
 

kegiatan fogging yang dilakukan secara merata dan terjadwal di setiap Kelurahan yang dilakukan oleh Diskes. "Kita tidak lihat itu, kalau kinerja Diskes berjalan secara maksimal dan tanggap terhadap bahaya penyakit DBD maka tentu penderita penyakit DBD di kota Pekanbaru semakin berkurang tiap bulannya," ujar Fatullah.

Bahkan menurut Fatullah lagi, masyarakat atau organisasi sangat susah meminjam alat fogging dan urusanyapun berbelit-belit. "Bagaimana masyarakat mau membantu dan bekerjasama kalau urusan peminjaman serta urusan lainnya dipersulit, namun kepada masyarakat saya tetap berharap agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dan aktifkanlah kegiatan gotong royong di tengah masyarakat. Kalau ada keluarga yang menderita penyakit DBD cepat bawa ke rumah sakit dan jangan dibiarkan," imbau Fatullah.

Sementara itu, Kadispes Kota Pekanbaru, Helda S Munir saat dikonfirmasi mengatakan, Pihak Diskes untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah pihaknya telah melakukan fogging dan sosialisasi kepada masyarakat.

Namun saat ditanya berapa jumlah korban meninggal akibat DBD saat ini dan aturan fogging seperti apa, Kadiskes tidak mengetahui berapa jumlah dan aturannya seperti apa, bahkan Kadiskes menyuruh wartawan untuk berkoordinasi dengan kabid yang membidangi masalah Demam Berdarah.
- See more at: http://www.halloriau.com/read-dprd-pekanbaru-74095-2015-11-26-dewan-tuding-diskes-pekanbaru-lamban-tanggap-dbd.html#sthash.kHDDsVLV.dpuf
kegiatan fogging yang dilakukan secara merata dan terjadwal di setiap Kelurahan yang dilakukan oleh Diskes. "Kita tidak lihat itu, kalau kinerja Diskes berjalan secara maksimal dan tanggap terhadap bahaya penyakit DBD maka tentu penderita penyakit DBD di kota Pekanbaru semakin berkurang tiap bulannya," ujar Fatullah.

Bahkan menurut Fatullah lagi, masyarakat atau organisasi sangat susah meminjam alat fogging dan urusanyapun berbelit-belit. "Bagaimana masyarakat mau membantu dan bekerjasama kalau urusan peminjaman serta urusan lainnya dipersulit, namun kepada masyarakat saya tetap berharap agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dan aktifkanlah kegiatan gotong royong di tengah masyarakat. Kalau ada keluarga yang menderita penyakit DBD cepat bawa ke rumah sakit dan jangan dibiarkan," imbau Fatullah.

Sementara itu, Kadispes Kota Pekanbaru, Helda S Munir saat dikonfirmasi mengatakan, Pihak Diskes untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah pihaknya telah melakukan fogging dan sosialisasi kepada masyarakat.

Namun saat ditanya berapa jumlah korban meninggal akibat DBD saat ini dan aturan fogging seperti apa, Kadiskes tidak mengetahui berapa jumlah dan aturannya seperti apa, bahkan Kadiskes menyuruh wartawan untuk berkoordinasi dengan kabid yang membidangi masalah Demam Berdarah.
- See more at: http://www.halloriau.com/read-dprd-pekanbaru-74095-2015-11-26-dewan-tuding-diskes-pekanbaru-lamban-tanggap-dbd.html#sthash.kHDDsVLV.dpuf
kegiatan fogging yang dilakukan secara merata dan terjadwal di setiap Kelurahan yang dilakukan oleh Diskes. "Kita tidak lihat itu, kalau kinerja Diskes berjalan secara maksimal dan tanggap terhadap bahaya penyakit DBD maka tentu penderita penyakit DBD di kota Pekanbaru semakin berkurang tiap bulannya," ujar Fatullah.

Bahkan menurut Fatullah lagi, masyarakat atau organisasi sangat susah meminjam alat fogging dan urusanyapun berbelit-belit. "Bagaimana masyarakat mau membantu dan bekerjasama kalau urusan peminjaman serta urusan lainnya dipersulit, namun kepada masyarakat saya tetap berharap agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dan aktifkanlah kegiatan gotong royong di tengah masyarakat. Kalau ada keluarga yang menderita penyakit DBD cepat bawa ke rumah sakit dan jangan dibiarkan," imbau Fatullah.

Sementara itu, Kadispes Kota Pekanbaru, Helda S Munir saat dikonfirmasi mengatakan, Pihak Diskes untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah pihaknya telah melakukan fogging dan sosialisasi kepada masyarakat.

Namun saat ditanya berapa jumlah korban meninggal akibat DBD saat ini dan aturan fogging seperti apa, Kadiskes tidak mengetahui berapa jumlah dan aturannya seperti apa, bahkan Kadiskes menyuruh wartawan untuk berkoordinasi dengan kabid yang membidangi masalah Demam Berdarah.
- See more at: http://www.halloriau.com/read-dprd-pekanbaru-74095-2015-11-26-dewan-tuding-diskes-pekanbaru-lamban-tanggap-dbd.html#sthash.kHDDsVLV.dpuf
kegiatan fogging yang dilakukan secara merata dan terjadwal di setiap Kelurahan yang dilakukan oleh Diskes. "Kita tidak lihat itu, kalau kinerja Diskes berjalan secara maksimal dan tanggap terhadap bahaya penyakit DBD maka tentu penderita penyakit DBD di kota Pekanbaru semakin berkurang tiap bulannya," ujar Fatullah.

Bahkan menurut Fatullah lagi, masyarakat atau organisasi sangat susah meminjam alat fogging dan urusanyapun berbelit-belit. "Bagaimana masyarakat mau membantu dan bekerjasama kalau urusan peminjaman serta urusan lainnya dipersulit, namun kepada masyarakat saya tetap berharap agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dan aktifkanlah kegiatan gotong royong di tengah masyarakat. Kalau ada keluarga yang menderita penyakit DBD cepat bawa ke rumah sakit dan jangan dibiarkan," imbau Fatullah.

Sementara itu, Kadispes Kota Pekanbaru, Helda S Munir saat dikonfirmasi mengatakan, Pihak Diskes untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah pihaknya telah melakukan fogging dan sosialisasi kepada masyarakat.

Namun saat ditanya berapa jumlah korban meninggal akibat DBD saat ini dan aturan fogging seperti apa, Kadiskes tidak mengetahui berapa jumlah dan aturannya seperti apa, bahkan Kadiskes menyuruh wartawan untuk berkoordinasi dengan kabid yang membidangi masalah Demam Berdarah.
- See more at: http://www.halloriau.com/read-dprd-pekanbaru-74095-2015-11-26-dewan-tuding-diskes-pekanbaru-lamban-tanggap-dbd.html#sthash.kHDDsVLV.dpuf
kegiatan fogging yang dilakukan secara merata dan terjadwal di setiap Kelurahan yang dilakukan oleh Diskes. "Kita tidak lihat itu, kalau kinerja Diskes berjalan secara maksimal dan tanggap terhadap bahaya penyakit DBD maka tentu penderita penyakit DBD di kota Pekanbaru semakin berkurang tiap bulannya," ujar Fatullah.

Bahkan menurut Fatullah lagi, masyarakat atau organisasi sangat susah meminjam alat fogging dan urusanyapun berbelit-belit. "Bagaimana masyarakat mau membantu dan bekerjasama kalau urusan peminjaman serta urusan lainnya dipersulit, namun kepada masyarakat saya tetap berharap agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dan aktifkanlah kegiatan gotong royong di tengah masyarakat. Kalau ada keluarga yang menderita penyakit DBD cepat bawa ke rumah sakit dan jangan dibiarkan," imbau Fatullah.

Sementara itu, Kadispes Kota Pekanbaru, Helda S Munir saat dikonfirmasi mengatakan, Pihak Diskes untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah pihaknya telah melakukan fogging dan sosialisasi kepada masyarakat.

Namun saat ditanya berapa jumlah korban meninggal akibat DBD saat ini dan aturan fogging seperti apa, Kadiskes tidak mengetahui berapa jumlah dan aturannya seperti apa, bahkan Kadiskes menyuruh wartawan untuk berkoordinasi dengan kabid yang membidangi masalah Demam Berdarah.
- See more at: http://www.halloriau.com/read-dprd-pekanbaru-74095-2015-11-26-dewan-tuding-diskes-pekanbaru-lamban-tanggap-dbd.html#sthash.kHDDsVLV.dpuf
kegiatan fogging yang dilakukan secara merata dan terjadwal di setiap Kelurahan yang dilakukan oleh Diskes. "Kita tidak lihat itu, kalau kinerja Diskes berjalan secara maksimal dan tanggap terhadap bahaya penyakit DBD maka tentu penderita penyakit DBD di kota Pekanbaru semakin berkurang tiap bulannya," ujar Fatullah.

Bahkan menurut Fatullah lagi, masyarakat atau organisasi sangat susah meminjam alat fogging dan urusanyapun berbelit-belit. "Bagaimana masyarakat mau membantu dan bekerjasama kalau urusan peminjaman serta urusan lainnya dipersulit, namun kepada masyarakat saya tetap berharap agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dan aktifkanlah kegiatan gotong royong di tengah masyarakat. Kalau ada keluarga yang menderita penyakit DBD cepat bawa ke rumah sakit dan jangan dibiarkan," imbau Fatullah.

Sementara itu, Kadispes Kota Pekanbaru, Helda S Munir saat dikonfirmasi mengatakan, Pihak Diskes untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah pihaknya telah melakukan fogging dan sosialisasi kepada masyarakat.

Namun saat ditanya berapa jumlah korban meninggal akibat DBD saat ini dan aturan fogging seperti apa, Kadiskes tidak mengetahui berapa jumlah dan aturannya seperti apa, bahkan Kadiskes menyuruh wartawan untuk berkoordinasi dengan kabid yang membidangi masalah Demam Berdarah.
- See more at: http://www.halloriau.com/read-dprd-pekanbaru-74095-2015-11-26-dewan-tuding-diskes-pekanbaru-lamban-tanggap-dbd.html#sthash.kHDDsVLV.dpuf
kegiatan fogging yang dilakukan secara merata dan terjadwal di setiap Kelurahan yang dilakukan oleh Diskes. "Kita tidak lihat itu, kalau kinerja Diskes berjalan secara maksimal dan tanggap terhadap bahaya penyakit DBD maka tentu penderita penyakit DBD di kota Pekanbaru semakin berkurang tiap bulannya," ujar Fatullah.

Bahkan menurut Fatullah lagi, masyarakat atau organisasi sangat susah meminjam alat fogging dan urusanyapun berbelit-belit. "Bagaimana masyarakat mau membantu dan bekerjasama kalau urusan peminjaman serta urusan lainnya dipersulit, namun kepada masyarakat saya tetap berharap agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dan aktifkanlah kegiatan gotong royong di tengah masyarakat. Kalau ada keluarga yang menderita penyakit DBD cepat bawa ke rumah sakit dan jangan dibiarkan," imbau Fatullah.

Sementara itu, Kadispes Kota Pekanbaru, Helda S Munir saat dikonfirmasi mengatakan, Pihak Diskes untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah pihaknya telah melakukan fogging dan sosialisasi kepada masyarakat.

Namun saat ditanya berapa jumlah korban meninggal akibat DBD saat ini dan aturan fogging seperti apa, Kadiskes tidak mengetahui berapa jumlah dan aturannya seperti apa, bahkan Kadiskes menyuruh wartawan untuk berkoordinasi dengan kabid yang membidangi masalah Demam Berdarah. - See more at: http://www.halloriau.com/read-dprd-pekanbaru-74095-2015-11-26-dewan-tuding-diskes-pekanbaru-lamban-tanggap-dbd.html#sthash.kHDDsVLV.dpuf
kegiatan fogging yang dilakukan secara merata dan terjadwal di setiap Kelurahan yang dilakukan oleh Diskes. "Kita tidak lihat itu, kalau kinerja Diskes berjalan secara maksimal dan tanggap terhadap bahaya penyakit DBD maka tentu penderita penyakit DBD di kota Pekanbaru semakin berkurang tiap bulannya," ujar Fatullah.

Bahkan menurut Fatullah lagi, masyarakat atau organisasi sangat susah meminjam alat fogging dan urusanyapun berbelit-belit. "Bagaimana masyarakat mau membantu dan bekerjasama kalau urusan peminjaman serta urusan lainnya dipersulit, namun kepada masyarakat saya tetap berharap agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dan aktifkanlah kegiatan gotong royong di tengah masyarakat. Kalau ada keluarga yang menderita penyakit DBD cepat bawa ke rumah sakit dan jangan dibiarkan," imbau Fatullah.

Sementara itu, Kadispes Kota Pekanbaru, Helda S Munir saat dikonfirmasi mengatakan, Pihak Diskes untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah pihaknya telah melakukan fogging dan sosialisasi kepada masyarakat.

Namun saat ditanya berapa jumlah korban meninggal akibat DBD saat ini dan aturan fogging seperti apa, Kadiskes tidak mengetahui berapa jumlah dan aturannya seperti apa, bahkan Kadiskes menyuruh wartawan untuk berkoordinasi dengan kabid yang membidangi masalah Demam Berdarah. - See more at: http://www.halloriau.com/read-dprd-pekanbaru-74095-2015-11-26-dewan-tuding-diskes-pekanbaru-lamban-tanggap-dbd.html#sthash.kHDDsVLV.dpuf

Sumber :

Laporan :

Editor : 0

loading...