Surau TV

Banner

Ekonomi Riau 2016: Portal Berita nusapos.com Memberi Analisa dan Opsi Solusi

Image
Thursday, 24 December 2015 | 04:25:20 WIB


PEKANBARU - Resiko melemahnya ekonomi Riau kemungkinan besar masih terjadi di tahun depan. Bank Indonesia (BI) Kantor Cabang Wilayah Riau menyusun 5 faktor resiko yang akan menyebabkan ekonomi Riau sulit untuk 

 
Irwan Mulawarman, Deputi Kepala BI Wilayah Riau mengatakan, 5 faktor tersebut sangat mempengaruhi pergerakan ekonomi Riau di tahun berikutnya. Pertama, masih belum jelasnya Rencana Tata Ruang dan Wilayah atau RTRW Riau hingga saat ini. Kemudian, rendahnya serapan APBD terutama belanja modal.
 
Kondisi ini sudah terbukti membuat kondisi ekonomi Riau belum bangkit ditahun ini. "Yang tidak kalah penting, perlunya pengembangan sektor alternatif, selain sektor unggulan antara lain sektor pariwisata," jelas Irwan tentang faktor ketiga.
 

Selanjutnya, pemerintah Provinsi Riau perlu fokus melakukan pengembangan hilirisasi, untuk penambahan variabel pengelolaan sawit. Sebab, komoditi ini masuk dalam komoditi unggulan di Riau. "Dan yang terakhir, perbaiki infrastruktur jembatan, jalan, dan pelabuhan untuk meningkatkan kelancaran distribusi barang dan jasa," kata Irwan.

Paragraf di atas menguraikan bagaimana pihak Bank Indonesia memberikan pandangan serta prediksi, bagaimana ekonomi Riau di tahun 2016 nanti.  Namun semua itu akan menjadi tantangan, bukan hambatan atau halangan.  The Show Must Go On,  Riau harus berbenah diri di bidang ekonomi.  Sektor-sektor serta bidang-bidang pendukung pertumbuhan ekonomi secara positif dan dinamis harus terus didukung dan digiatkan, baik di tingkat kabupaten, maupun di kota Pekanbaru.

Riau tidak harus berfokus pada satu perihal saja,  harus segera dilakukan 'manuver' positif untuk membangkitkan kembali perekonomian rakyat, dengan mengkaitkan produksi Riau ke kegiatan promosi dan pemasaran ke luar daerah ataupun ke luar negeri.  Kekuatan ekonomi rakyat Riau sebenarnya terletak di kegiatan sektor real ekonomi di kegiatan perekonomian rakyat, seperti kuliner, alat-alat olahraga tradisional (seperti bola takraw), hasil-hasil bumi, peternakan, promosi pariwisata, perikanan, serta produk-produk teknologi tepat guna yang mendukung usaha-usaha pertanian.

Hadirnya Masyarakat Ekonomi ASEAN 2016 bukanlah suatu yang harus dihindari, Riau mampu mempersiapkan diri untuk menghadapi persaingan perdagangan serta promosi produk-produk handal di Asia Tenggara.  Cakupan Riau sudah begitu mudah untuk mengatur langkat-langkah nyata di bidang ekonomi tahun 2016 kelak.  Setiap propinsi memiliki keunikan serta keistimewaan tersendiri dalam mengatur serta membenahi ekonominya.  Riau memiliki potensi yang cukup kuat dan besar dalam mencuatkan dan meningkatkan bidang-bidang hasil karya ekonomi Riau sendiri.

Mari kita sama-sama berbenah diri, bangkit memajukan ekonomi Riau, tidak melihat kecil skala yang dilakukan, namun lakukan sesuatu yang real untuk dapat memperbaiki kondisi ekonomi di Riau.

 

(nusapos.com/Andra)

Sumber :

Laporan :

Editor : 0

loading...