BNN Mengamankan Berbagai Jenis Narkotika di Aceh dengan Jumlah Fantastis

Image
Monday, 06 November 2017 | 20:10:41 WIB 205

Langsa (nusapos.com)- Badan Narkotika Nasional (BNN) mengamankan narkotika dalam berbagai jenis di Aceh dengan jumlah yang cukup fantastis. Penangkapan tersebut dilakukan baru-baru ini. Termasuk pada Minggu (5/11/2017) BNN juga menggagalkan peredaran narkoba sebanyak 30 kilogram di Aceh Timur. 

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari dalam jumpa pers di Mapolres Langsa, Aceh mengatakan, narkotika tersebut disita petugas di tiga wilayah di Aceh. 

"Kita berhasil menyita sebanyak 212 kilogram sabu, 8.500 butir ekstasi dan erimin five sebanyak 10 ribu butir, ini selama operasi di tiga wilayah, yaitu Langsa, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur," kata Arman, Minggu (5/11/2017). 

Arman menyebutkan, narkotika tersebut merupakan jaringan internasional. "Keseluruhan barang haram ini didatangkan dari Malaysia," ujarnya. 

Arman menjelaskan, narkotika yang diamankan ini merupakan hasil pengembangan kasus. Ada empat lokasi pengungkapan kasus di TKP yang berbeda. 

"Dari empat kali pengungkapan kasus, kita mengamankan empat tersangka. Mereka adalah warga Aceh," katanya. 

Lanjut Arman Depari, dalam pengembangan kasus narkoba di Aceh, petugas mengamankan 133 kilogram sabu di Aceh Timur pada Minggu (5/11/2017). Dalam penangkapan ini petugas juga menyita ribuan butir pil ekstasi. 

"Sabu tersebut ditanam di sebuah perkarangan rumah sebanyak 133 kilogram. Sabu ini ditangkap di perkarangan rumah tersangka berinisial ABR. Kemudian kita lakukan pengembangan lagi dan kembali ditemukan 8.500 pil ekstasi dan 10 ribu butir pil erimin," jelasnya. 

"Selanjutnya kita juga menangkap 30 Kilogram  sabu yang dibawa dengan mobil di jalan nasional Banda Aceh Medan yang turut menangkap satu tersangka yang masih berusia 18 tahun," tambahnya.

Adapun empat orang tersangka yang diamankan oleh petugas BNN berinisial UD sebagai penerima, RA sebagai pembawa, ABR sebagai penyimpan (gudang) dan FRZ sebagai pembawa dan penyimpan.

"Mereka masih berusia muda dari 18 hingga 20 tahun," ujarnya. 

Dikatakan Arman, para tersangka ini adalah pemain lokal yang memiliki jaringan internasional. Modusnya menyeludupkan narkotika lewat jalur laut. 

"Modus operandi penyelundupan narkoba ini didatangkan dari Malaysia. Mereka bekerjasama dengan sindikat lokal melalui laut. Kemudian sindikat internasional bertransaksi di tengah laut," pungkasnya. 


Sumber : rri

Laporan : -

Editor : Red


loading...