Agus : Orang Hebat Bisa Melahirkan Karya Yang Bermutu, Tetapi Guru Yang Bermutu, Dapat Melahirkan Ribuan Orang Hebat

Image
Friday, 24 November 2017 | 07:20:41 WIB


Kampar (nusapos.com) - Orang hebat bisa melahirkan beberapa karya yang bermutu. Tetapi Guru yang bermutu, dapat melahirkan orang-orang hebat bahkan ribuan orang hebat. Demikian salah satu poin yang disampaikan Humas Kemenag Kampar Gustika Rahman SPdI, hari rabu (22/11) diruang kerjanya.

Agus menyampaikan, hari guru yang diperingati setiap tanggal 25 November setiap tahunnya, hendaknya bisa menjadi momen berharga bagi para guru dan insan pendidik agar benar – benar menjadi pendidik yang bertakwa, beretika, profesional dan berwawasan luas.

Alangkah indahnya bila hari guru ini kita bersedia mengintropeksi diri terhadap tugas dan tanggung jawab yang luhur tersebut. Bukankah profesi guru sebagai panggilan luhur untuk mendidik dan membangun generasi muda. Guru bukan pekerja sambil menanti kesempatan lebih, lantas loncat pagar pindah profesi. Guru yang profesional tidak bertanya, berapa besar pendapatan yang diberi dari pemerintah akan tetapi bertanya berapa besar yang sudah disumbangkan untuk anak bangsa, ujar Agus.

Guru bukan hanya sebuah pekerjaan yang dimaknai dengan tugas untuk mendidik anak-anak bangsa pada pendidikan formal saja. Guru adalah panggilan jiwa untuk membantu menyalakan pelita pengetahuan dan kebajikan di dalam diri setiap anak bangsa. Sebagai sebuah profesi yang menciptakan masa depan melalui karakter dan keterampilan generasi penerus bangsa, peran guru sangat strategis di dalam pembangunan Nasional, jelas Agus. 

Ibarat kopi yang didalamnya ada 3 unsur yaitu, kopi, gula dan rasa. Dimana kopi adalah orang tua, gula adalah guru, dan rasa adalah siswa atau murid. Jika kopi terasa terlalu pahit, maka gula-lah yang disalahkan karena terlalu sedikit sehingga kopi terasa pahit. Begitu pula jika kopi rasanya terlalu manis maka gula-lah yang disalahkan karena terlalu banyak. Akan tetapi jika takaran kopi dan gula seimbang sehingga rasanya nikmat, siapa yang dipuji? Tentu semua akan berkata “kopinya mantaap !!”,ungkap Agus.

Begitulah hidup, kadang kebaikan yang kita tanam tak pernah disebut orang, tetapi sedikit saja khilaf maka akan dibesar-besarkan.  Untuk itu, mari kita semua senantiasa ikhlas seperti gula yang larut tak terlihat tetapi sangat bermakna. Kepada para guru, tetaplah semangat mengabdi memberi kebaikan dan menyebar kebaikan, karena guru sejati hadirnya ditunggu, hilangnya dirindu, ilmunya diburu, nasehatnya diseru, dan tingkahlakunya ditiru, Selamat Hari Guru, pungkas Agus. 

Sumber : Ags/Usm

Laporan : Juliardi

Editor : Red

loading...
Post

7 Tips Agar Anak Suka Berkebun

2 tahun yang lalu