Tri Rismaharini Sambangi Jimat Kakeknya di Museum NU

Image
Tuesday, 09 January 2018 | 02:21:38 WIB


Tri Rismaharini Sambangi Jimat Kakeknya di Museum NU
- Jalin kerjasama dengan NU untuk berdayakan ekonomi umat

SURABAYA (Nusapos.com) - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini  mengunjungi Museum NU di jalan Gayungsari Timur Surabaya Senin (8/1) sore. Orang nomor  nomor satu di Pemkot Surabaya itu disambut oleh Ketua PCNU Surabaya, Dr H Muhibbin Zuhri dan Ketua Dewan Kurator Museum NU Drs H Choirul Anam.

"Saya sering kesini tapi kalian tidak tahu. Di museum ini banyak barang peninggalan Mbah Jayadi yang saya titipkan disini," ujar Tri Rismaharini disela-sela melihat barang peninggalan barang peninggalan kakek buyutnya yang dikenal sebagai tokoh pendiri NU di wilayah Madiun.

Di jelaskan Risma, barang-barang peninggalan Mbah Jayadi sengaja dia titipkan ke museum NU karena kakek buyutnya tersebut merupakan tokoh penggerak NU di masa-masa awal berdiri. "Biar nanti generasi penerus NU tahu sejarah tokoh-tokohnya. Mbah Buyut saya itu makamnya di Gunung Lawu, waktu kecil saya sering diajak bapak saya ziarah kesana," ungkapnya.

Ia juga membantah keras kalau dirinya akan maju di Pilgub Jatim 2018. Sebab Risma sudah menyampaikan penolakan maju Pilgub sejak awal kepada Ketum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri. "Pemimpin itu dipercoyo karena mulutnya, kalau saya mencla-mencle, rakyat saya jadi binggung dan tidak percaya lagi," dalih walikota perempuan pertama di Surabaya

Sementara itu ketua PCNU Surabaya, Dr H Muhibbin Zuhri mengatakan bahwa barang peninggalan (koleksi) Mbah Kiai Jayadi mulai dititipkan Bu Risma sejak tahun 2006 silam. "Totalnya ada lima barang, yaitu keris, endok beldeg, plat bahu dan gaman tumpak dua buah," terangnya.

Barang-barang itu, lanjut Muhibbin adalah jimat /sikep (barang bertuah) untuk perisai diri bagi pemakainya. Sebab menurut cerita, kakek buyut Risma adalah salah satu panglima perang Pangeran Diponegoro saat perang melawan penjajah. "Khusus koleksi endok bledeg itu konon katanya bisa memberikan isyarah kalau mau terjadi pagebluk atau musibah, akan bergerak. Itu terbuat dari kuningan," jelasnya.

Di tambahkan Muhibbin, walikota Surabaya juga ingin menjadikan Museum NU sebagai salah satu destinasi di Kota Pahlawan sehingga Pemkot akan mendorong Museum NU menjadi lebih aksesibel dan layak dikunjungi oleh masyarakat untuk belajar bagaimana tokoh-tokoh NU di masa lalu.

"Kalau koleksi benda di museum NU sekitar 240 benda, itu belum termasuk koleksi dokumen yang mendominasi. Setiap hari kerja buka mulai pukul pagi hingga sore kecuali hari Senin tutup," beber dosen UIN Sunan Ampel Surabaya.

Dalam pertemuan tertutup yang berlangsung hampir 2 jam itu, kata Muhibbin juga disinggung soal upaya  mempertajam komitmen antara umaro dan ulama dalam bekerjasama mengangkat hargat masyarakat Surabaya lewat program pemberdyaan ekonomi.

"Nanti bisa kita bentuk koperasi di tiap kecamatan, apalagi di Surabaya ada pahlawan ekonomi. Semua bisa diberikan bantuan karena masyarakat di bawah itu  didominasi warga NU," katanya.

Masih di tempat yang sama, Ketua dewan kurator Museum NU Drs H Choirul Anam menyarankan supaya Tri Risma tetap di Surabaya menyikapi gonjang-ganjing dia akan dicalonkan di Pilgub Jatim. Alasannya, Risma itu ibuknya arek Suroboyo sehingga dia harus tetap di Surabaya. "Dulu sudah sumpah pakai Alquran menganbdi untuk Surabaya dan itu sesuai dengan 9 pokok pedoman politik NU. Kalau dipaksa ngak boleh dong," pungkas Cak Anam. (tis)

 

Sumber : -

Laporan : -

Editor : Try Wahyudi Ary Setyawan

loading...
Post

Ayo Olahraga

3 bulan yang lalu