Salam dan Orasi Mbak Puti, Bikin Mata Kiai Sepuh Meleleh

Image
Wednesday, 10 January 2018 | 21:49:21 WIB



Salam dan Orasi Bak  Puti, Bikin Mata Kiai Meleleh
- Suratan Takdir harus melanjutkan perjuangan Hadratus Syech dan Bung Karno

SURABAYA (Nusapos.com) - Kehadiran pertama kali Puti Guntur Soekarno (Cawagub) di kantor DPW PKB Jatim dan para kiai yang mendukung penuh pencalonan Saifullah Yusuf sebagai Cagub Jatim dari koalisi PKB, PDIP, Gerindra dan PKS nampaknya sangat berkesan mendalam bagi para kiai sepuh NU.

Bahkan cucu Presiden RI Pertama anak dari Guntur Soekarno itu sempat membikin mata para kiai sepuh melelh saat mendengar salam dan orasi politik terkait alasan Puti harus berjuang bersama Gus Ipul sapaan akrab Saifullah Yusuf di Pilgub Jatim mendatang.

"Alhamdulillah rasanya penuh dengan barokah kehadiran saya mungkin ini baru pertama kali saya bertatap muka langsung dengan para kiai dan Bu Nyai dan saudara-saudara yang hadir disini. Kehadiran saya ini sudah garis tangan dan suratan takdir," ungkap Puti Guntur Soekarno saat ditemui di kantor DPW PKB Jatim, Rabu (10/1) malam.

Menurut Puti, tidak ada salahnya dirinya harus mengabdikan diri di Jawa Timur, dimana ini merupakan gerakan atau tarian sejarah yang memang tidak bisa kita tinggalkan. Bagaimana dahulu kakek saya Bung Karno bersama pendiri dari Nahdlatul Ulama KH Hasyim Aysari dan KH Wahid Hasyim. Bagaimana hubungan mereka merajut suatu pergerakan untuk kemerdekaan bangsa ini," beber perempuan berjilbab ini.

"Dan hari ini merupakan suatu penghormatan dan kesimpulan ketika Gus Ipul meminta saya untuk mendampingi sebagai wakil gubernur di Pilgub Jatim. Bukan saja suatu kerja tetapi ini merupakan suatu rajutan kembali sejarah yang harus kita buktikan," jelas anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDIP ini.

Di tegaskan Puti, perjuangan bersama Gus Ipul ini tidak saja kemudian untuk memberikan kemakmuran dan  pengabdian bagi Jawa Timur tapi juga dapat kita tunjukkan bahwa kebersamaan sebagai bangsa Indonesia yang nasionalis religius ini bisa membangun Indonesia lebih maju ke depan dengan kegotong royongan.

"Alhamdulillah pada hari ini saya diterima dengan begitu hangat, Saya mengucapkan terima kasih saya memohon dukungan doa kepada para kiai agar kami berdua ke depan bisa mewujudkan cita-cita perjuangan dari para pendiri bangsa cita-cita perjuangan dari KH  Hasyim Ashari dan KH Wahid Hasyim serta cita-cita perjuangan dari Bung Karno. Semoga menjadi berkah untuk kita semua," ungkap  terima kasih

Sementara itu, Cagub Jatim Saifullah Yusuf mengaku mengenal sosok Mbak Puti saat menunaikan ibadah umroh bersama Cak Imin (ketua DPP PKB) dan beberapa kiai sepuh. Tahun lalu juga sempat ketemu saat menghadiri Haul Bung Karno di Blitar. "Tapi suami Mbak Puti itu asli orang Surabaya mulai SD hingga SMA bersekolah di Surabaya," terang Gus Ipul sapaan akrab Saifullah Yusuf.

Lebih jauh Gus Ipul mengatakan bahwa penentuan pasangan bersama Mbak Puti ini pada injury time
sehingga dirinya meyakini bahwa pertemuan pasangan ini sudah menjadi takdir Allah. "Dia menjadi anggota DPR RI dua peridoe, aktivis perempuan dan juga seorang dosen. Nanti masyarakat akan lebih mengenal Mbak Puti saat masa kampanye," ungkapnya.

Masih di tempat yang sama, KH Anwar Isandar mengaku sangat kagum dengan sosok cucu Bung Karno yang sangat memahami arti perjuangan dari para pendiri bangsa khususnya dari kelompak nasionalis dan relegius. 
"Ini pertologan Allah yang datang pada akhir-akhir.
Kita yakin bahwa ini pasangan relegius nasionalis yang konfigurasinya memperkuat keindonesiaan. Seperti amanat dari para kiai dipastikan dalam Pilkada kali ini nasionalis dan religius bekerjasama. Gus Ipul-Mbak Puti itu sama dengan konfigurasi Bung Karno dengan Kiai Hasyim Asy'ari," pungkas kiai asal Ploso Kediri ini.

Dalam pertemuan sebelum mendaftarkan diri ke KPU Jatim tersebut, turut pula hadir Ahmad Basarah (Wasekjen DPP PDIP), Tri Rismaharini, Kusnadi (ketua DPD PDIP Jatim), Sri Untari (sekretaris DPD PDIP Jatim) dan sejumlah kiai seperti KH Miftakhul Akhyar, KH Anwar Mansur, KH Zainuddin Jazuli, KH Anwar Iskandar, KH Nuruddin Rahman dan KH Fuad serta beberapa Bu Nyai (tis)

  

Sumber : -

Laporan : Try

Editor : Red

loading...
Post

Ayo Olahraga

3 bulan yang lalu