Terkait Penangkapan Kasat Pol PP Kampar, Kuasa Hukumnya Angkat Bicara

Image
Wednesday, 17 January 2018 | 21:01:33 WIB


BANGKINANG KOTA (nusapos.com) – Terkait Penangkapan Kasat Pol PP Kabupaten Kampar Muhammad Jamil dan Bendaharanya Indra Gusnedi, Akhirya Kuasa Hukum Muhammad Jamil dan Indra Gusnedi, Angkat bicara dan membantah bahwa kliennya disebut tertangkap secara OTT oleh Polda Riau beberapa waktu silam.

Hal itu disampaikan Beni Zairalatha SH,MH didampingi rekannya Afrizal, SH dan Dedi Irawan SH sebagai kuasa hukumnya saat jumpa pers di salah satu cafe dikawasan Bangkinang Kota pada hari Rabu 17/1/18.

Kuasa Hukumnya Beni Ziaralatha SH,MH sangat yakin dan penuh percaya diri, bahwa Kliennya tidak bersalah karena yang dituduhkan kepada kedua kliennya itu tidak sesuai dengan alat bukti.

“Jamil tidak pernah melakukan perbuatan yang dituduhkan oleh kepolisian kepadanya, karena Jamil tidak pernah melakukan pemotongan aliran dana ASN dan klien saya itu tidak ditangkap secara OTT,” jelas Beni.

Ditambahkan Beni, akan tetapi beliau ditelpon oleh seseorang bahwa terjadi pemeriksaan POL PP Kampar oleh polda Riau dan beliau datang, lalu beliau langsung ditangkap. Sedangkan indra Gusnedi adalah orang yang membantu seseorang PPTK untuk membayarkan gaji pembayaran pengamanan Porprov Riau karena terlalu banyaknya anggota Pol PP Kampar.

“Kami yakin Kasatpol PP kampar tidak bersalah karena beliau tidak pernah terlibat langsung dalam proses pemotongan aliran dana ini,” ungkap Beni.

Beni mengatakan, saat ini kliennya diduga melanggar pasal 12 e dan 12 f. Jamil telah dilakukan pemeriksaan oleh pihak Polda Riau sebanyak 55 butir pertanyaan dan indra Gusnedi sebanyak 40 butir pertanyaan.

Saat ini kondisi kedua tersangka dalam keadaan sehat dan masih dalam tahanan polda riau. Kedua klien kami telah cukup lama ditahan dan telah dilakukan perpanjangan tahanan sebanyak 2 kali.

“Pihak kami telah berusaha untuk melakukan penangguhan penahanan dengan melayangkan surat resmi kepada Polda Riau, namun saat ini belum ada kesepakatan untuk menerima surat penangguhan tersebut. Penangguhan ini dilakukan agar Klien kami dapat menyelesaikan tugasnya sebagai ASN di Kabupaten Kampar untuk mempertanggung jawabkan penggunaan APBD kabupaten Kampar 2017 yang lalu,” ungkapnya.

Dia juga membeberkan, dalam kasus ini pihaknya akan menggunakan azas praduga tidak bersalah. “Nanti kita akan buktikan dengan alibi-alibi polisi di pengadilan dan kasus inipun masih dalam P 19, berkas perkara di kepolisian belum lengkap,” bebernya.

Pihaknya berharap agar kepolisian bisa segera menyelesaikan berkas perkara agar kasus ini dapat selesai dengan cepat dan kita akan menyelesaikan ini di pengadilan.

Diakhir pertemuanya dengan beberapa awak media Beni menutup pembicaraanya," Walaupun Langit Runtuh Hukum tetap ditegakan. 

Sumber : -

Laporan : Juliardi

Editor : Red

loading...