Gunakan Nama Mantan Presiden Untuk Pilkada, Pengamat Sebut Tak Ada Pengaruh Di Masyarakat

Image
Thursday, 01 February 2018 | 21:17:54 WIB

Surabaya (NusaPos.com) : Pengamat politik asal Untag Surabaya Kristoforus L Kleden melihat saat ini penggunaan nama trah mantan presiden misalnya Bung Karno, pendiri NU atau yang lainnya bukan jaminan untuk memenangi sebuah pilkada di Indonesia.

“ Saya mengambil contoh di Pilgub Jatim bacawagub Puti Guntur Soekarno selalu menggunakan nama besar Bung Karno karena beliau adalah cucu bung Karno. Atau Gus Ipul menggunakan cicit pendiri NU. Saya kira hal tersebut tak akan mempengaruhi dukungan masyarakat,”jelasnya saat dihubungi melalui ponselnya, Kamis (1/2).

Kristoforus L Kleden mengatakan yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah kerja nyata untuk mensejahterakan masyarakat. “ Menyandang nama besar tokoh tapi dari segi kualitas dan kuantitasnya belum teruji tentunya sangat disayangkan untuk itu,”sambungnya.

Ketika dikonfirmasi dukungan kelompok marhaen untuk Puti di Pilgub Jatim, Kristoforus L Kleden mengatakan hal tersebut tak berpengaruh di tingkatan arus bawah masyarakat. “ Sekarang bukan saatnya mengulang romantisme pergerakan. Kalaupun ada tentunya hanya seberapa saja. Yang dibutuhkan adalah program kerja untuk masyarakat,”pungkasnya. (TrY)


Sumber : -

Laporan : Try Wahyudi Ary Setyawan

Editor : Red


loading...
Post
bengkalis
Post
bengkalis
Post
Kabarpolri
Post
Kabarpolri
Post
Adv Pemprov Riau
Post
Adv Pemprov Riau
Post
bengkalis
Post
Adv Pemprov Riau
bengkalis