Surau TV

Banner

Kemenag: Masa Tunggu Haji Saat Ini 17 Tahun

Image
Saturday, 03 March 2018 | 09:55:11 WIB


PEKANBARU(nusapos.com) - Tiap tahun animo masyarakat muslim di Provinsi Riau untuk melaksanakan ibadah haji terus meningkat secara sighnifikan, bahkan jauh melebihi kuota yang diberikan atau ditentukan oleh pemerintah yaitu sekitar 6 ribu orang termasuk petugas dan trnaga medis haji.

Bahkan dikabarkan, masa tunggu keberangkatan untuk saat ini sudah mencapai 17 tahun sejak mendaftar dan awal terdaftar.

Untuk itu masyarakat muslim di Riau untuk bisa mempergitungkan umur atau usia waktu saat mendaftar, karena masa penantian saja sudah capai 17 tahun, ditambah lagi dengan umur saat mendaftar, jangan sampai nanti pas waktu berangkat usia sudah sangat tua atau tidak kesampaian umur pada saat sampai pada masa keberangkatan.  

Kepala Seksi Sistim Informasi Haji dan Umroh Kantor Wilayah Kementetian Agana Provinsi Riau, Asril saat dikonfirmasi mengakui, untuk saat ini jumlah antrian untuk keberamgkatan dalam kenunaikan Rukun Islam ke lima atau ibadah haji reguler sudah mencapai 95 ribu orang atau dengqn jumlah antrian lebih kurang 17 tahun.

"Kalau daftar sekarang di tahun 2018 ini , itu betarti keberangkatannya 17 tahun lagi. Untuk itu harus bisa perhitungkan umur dalam mendaftar ibadah haji.

Semakin cepat atau dalam usia muda semakin bagus karena antrian panjang yang akan menambah umur pas waktu pemberangkatan.   Disamping itu diusia tua tidak optimal dalam menjalankan rangkaian kegiatan ibadah haji," kata dia, Jumat (02/03).

Dikatakan juga, untuk jamaah haji yang sudah pernah haji dan ingin melaksanakan haji lagi, ini akan semakin lama lagi dalam keberangkatan.

"Yang sudah pernah haji, ingin berangkat lagi harus menunggu 10 tahun lagi untuk baru bisa mendaftar.  Setelah bisa mendaftar, harus menubggu antian hingga 17 tahun pagi.  Apakah sampai umur kita segitu," sebut Asril lagi sembari bertanya.

Lebih jauh disampaikam juga, ada jalan atau upsya lain yang bisa dilakukan oleh umat muslim yang ingin berangkat haji dengan tidak menunggu antrian terlalu lama.  Yaatu dengan memilih jalur haji khusus atau haji plus.

Hanya saja, lanjut dia, memerlukan biaya yang cukup besar jauh dari biaya haji reguler.

"Untuk biaya haji reguler dengan biaya sekitar Rp 35,79 juta.  Sedangkan haji pkus dengan biaya berkisar antara Rp 130 juta hingga Rp 150 juta," kata dia lagi.

Diinformasikan juga, kalau penyelenggara haji reguler diselenggarakan oleh Pemerintah dalam hal ini oleh Kemenag .  Sedangkan untuk haji plus dan umroh  diselenggarakan oleh masyatakat dalam bentuk biro perjalan atau travel penyelenggaraan umrih dan haji plus.

"Masyarakat juga harus hati-hati dalam memilih travel umroh dan haji plus.  Mengingat banyak travel yang menggagalkan pemberangjstan jamaah," kata dia.

Katanya, untuk saat ini di Provinsi Riau ada srkitar 200-an travel unroh dan haji plus yang beroperasi dengan membearkan atau menaeatkam berbagai paket yang menarik untuk memikat hati masyatskat dalam bergzbung, tapi tidak sedimit juga yang membatalkan kebetangkstan jamaah.

"Kita terus melakukan pembinaan terhadap travel umroh dan haji plus, bahkan sampai pembekuan dan pencabutan izin usaha.  Tapi yang namanya kejahatan tetap saja bisa terjadi," dia menerangkan.

Dalam upaya menghindari oenipuan, Asril menyevutkan, Kemenag Risu selalu mensosialisasikan 5 Pasti Umroh pada segenap lapisan masyarakat. Pertama pastikan travel memiliki izin resmi dari Kementerian Agama. Cek di www.haji.kemenag.go.id.  Ke dua pastikan jadwal keberangkatan dan kepulangannya. Ke tiga memastikan maskapai penerbangan dan rute penerbangan. 

Ke empat, lanjutnya, pastikan harga dan paket layanan yang ditawarkan. Jamaah harus memastikan hak-hak mereka sebagai calon jamaah terpenuhi seperti konsumsi, transportasi,manasik umrah dan asuransi, hotel dan wilayah mana lokasi penginapan.

"Pastikan juga jarak penginapan tidak terlalu jauh dari masjid. Ke lima pastikan visa diterima dua tiga hari sebelum keberangkatan," katanya. 

Sumber : MC Riau

Laporan : -

Editor : Red

loading...