Wakil Bupati Kampar Hadiri Jakarta Food Security Summit 4

Image
Friday, 09 March 2018 | 17:26:14 WIB


KAMPAR (nusapos.com) – Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto SH menghadiri Jakarta Food Security Summit 4 (JFSS4) di Jakarta Convention Center (JCC). Acara tersebut dibuka oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (08/3/18).

Festival dengan tema 'Pemerataan Ekonomi Sektor Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Melalui Kebijakan dan Kemitraan' ini merupakan bagian acara yang diselenggarakan Kamar Dagang Indonesia (Kadin).

Wakil Bupati Kampar didampingi Kadis Perkebunan dan Peternakan Hewan Kabupaten Kampar Ir Bustan, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Kampar Febrinaldi Tridharmawan S.STP, M.Si, Kabag Kerjama Setda Kampar Sabaruddin S.Sos, Kabid Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Kampar Nanik Suryanti, SP, MMA.

Jusuf Kalla (JK) mengatakan, sektor pertanian merupakan sektor yang perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah maupun berbagai pihak. Selain itu, menyangkut kesejahteraan petani.

"Pertanian secara umum paling banyak tantangannya di dunia ini,"ujar JK.

JK juga menyampaikan pentingnya kemitraan antara pengusaha dan petani guna meningkatkan produktifitas di sektor pertanian. Menurutnya, pengusaha bisa membantu para petani dengan modal yang mereka miliki untuk melakukan pemasaran terhadap produk-produk pertanian di Indonesia.

"Bagaimana para pengusaha bermitra dengan petani, meningkatkan produktivitas dengan teknologi, modal dan pemasaran yang baik," ucapnya.

Pemerintah sendiri, katanya, telah berusaha untuk meningkatkan daya beli para petani. Salah satunya dengan pembangunan tol laut, yang dapat menurunkan ongkos logistik di Tanah Air.

"Indonesia negara kepulauan, ongkos logistik pasti lebih mahal. Karena itu sistem perdagangan logistik kita diperbaiki, ada tol laut misalnya. Kalau tidak ada sistem logistik yang baik maka daya beli petani tidak seimbang, nilai tukar petani tidak seimbang. Harga jagung di daerah murah, tapi membeli sabun mahal," imbuh JK.

Mantan Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) ini menambahkan, ketahanan pangan merupakan suatu yang krusial untuk Indonesia. Sebab, kekurangan pangan tidak bisa digantikan dengan apapun.

"Kita boleh kekurangan baju, tapi kekurangan pangan itu tidak bisa tergantikan. Tidak bisa makanan kemarin kita makan lagi hari ini. Kita tidak bisa tanpa makanan. Karena itu pentingnya pangan itu untuk kita semua, sehingga tentu penghormatan kita terhadap petani adalah sesuatu yang wajar.”ujarnya.

Sementara itu Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dalam pers realesnya menyatakan komitmennya mendukung peningkatan produktivitas sektor pangan sekaligus mensejahterakan para petani selaku aktor utama dalam mencapai ketahanan pangan nasional. “Upaya Indonesia mencapai ketahanan pangan mesti disokong oleh kesejahteraan petani yang baik pula," ungkap Ketua Umum KADIN Indonesia, Rosan P. Roeslani di Jakarta (6/3/2018).

Guna mewujudkan ketahanan pangan nasional, KADIN melalui Bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan, Bidang Pengolahan Makanan dan Industri Peternakan, serta Bidang Kelautan dan Perikanan memprakarsai Jakarta Food Security Summit ke 4 (JFSS 4) yang akan berlangsung pada 8-9 Maret 2018 di Jakarta Convention Center (JCC).

Wakil Ketua Umum KADIN bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan Franky O. Widjaja mengatakan, Pada JFFS yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke empat, kita coba menyelaraskan upaya lintas pemangku kepentingan dalam meningkatkan produksi, nilai tambah serta daya saing komoditas pangan nasional yang telah dilakukan dalam gelaran sebelumnya, ke skala yang lebih besar dan menyeluruh.

JFSS sejak awal dimaksudkan sebagai wadah dimana sektor swasta, bersama pemerintah, organisasi masyarakat sipil, badan internasional, kalangan akademik dan tentunya para petani, dapat bersinergi meningkatkan produktivitas pangan nasional, beriringan dengan meningkatkan kesejahteraan para petani sekaligus praktik pertanian yang semakin efisien dan ramah lingkungan, ungkapnya. 

Sumber : diskominfo kampar

Laporan : Juliardi

Editor : Red

loading...